Bersama Naga Hitam

Posted: 12 Mei 2010 in Perjalanan
Tag:, , ,

PERJALANAN
Rabu, 12 Mei 2010 | 02:43 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05/12/02431694/bersama.naga.hitam

Silakan masuk ke Stasiun Rejosari, BBR 8. ”Baik, BBR 8 langsung.” Percakapan antara petugas Stasiun Rejosari dan masinis kereta batu bara rangkaian panjang atau babaranjang dengan 60 gerbong itu diakhiri dengan bunyi suling memekakkan telinga dari ruang lokomotif. Babaranjang 60 gerbong bercat hitam legam pelan-pelan memasuki dan melewati stasiun.

Maka, suara keriyat keriyut sambungan antargerbong segera terdengar saat kereta melambat melewati stasiun. Petugas Stasiun Rejosari di Natar, Lampung Selatan, yang berdiri di peron melambai-lambaikan tangannya ke arah kereta yang seolah seperti naga panjang berwarna hitam itu. Tak lama, ekor terakhir dari rangkaian 60 gerbong KA babaranjang kosong meninggalkan Stasiun Rejosari.

Kereta pun segera berpacu dengan kecepatan 50 kilometer per jam. Itu adalah perjalanan lancar di stasiun keempat.

Sebelumnya, saat memulai perjalanan dari Stasiun Besar Tarahan di Lampung Selatan pada Jumat (29/1), babaranjang 60 gerbong yang merupakan rangkaian kereta kedelapan atau disingkat BBR 8 kosong dari Tarahan itu harus sabar sesaat.

Kereta babaranjang yang merupakan rangkaian ke-15 atau BBR 15 dari Tanjung Enim dan bermuatan batu bara memasuki emplasemen Stasiun Tarahan.

”Kita harus bergantian jalan karena dari Tarahan ke Tanjungkarang masih single track,” ujar Kepala Humas PT Kereta Api Sub Divre III.2 Tanjungkarang Zakaria.

Tepat pukul 12.05, BBR 8 berangkat. Tak lupa suling dari ruang lokomotif dibunyikan oleh masinis Joni Zulkan. Suara keras suling pun berbunyi keras memenuhi emplasemen Stasiun Tarahan.

Perjuangan pertama babaranjang segera dimulai di tanjakan Garuntang, Bandar Lampung. Tanjakan yang bisa membuat kereta oleng apabila masinis tidak cermat dan segera mengurangi kecepatan kereta.

Untungnya, masinis Zulkan dengan dibantu instruktur sarana Stasiun Tarahan, Nuryoto, dengan cermat dan sigap mampu menangani kecepatan kereta. Maka, BBR 8 yang diberangkatkan sebagai rangkaian 60 gerbong yang berarti memiliki panjang hampir 1 kilometer berhasil melewati tantangan pertama.

”Berhasil! Kecepatan kita mencapai 31 kilometer per jam. Seluruh rangkaian berhasil menanjak dan berlalu dengan pas,” ujar Nuryoto dengan mimik muka lega.

Keberhasilan itu dimungkinkan karena BBR 8 ditarik tiga lokomotif seri CC 202 39, CC 202 34, dan CC 202 08. Tiga lokomotif bersatu padu, bekerja sama memberi tenaga untuk menarik 3.000-an ton bobot naga hitam itu.

Apalagi, jalan rel dari Tarahan ke Tigagajah di Sumatera Selatan banyak dihiasi tikungan, tanjakan, turunan, dan perlintasan. Setiap kali melewati tikungan atau lintasan atau bersilang dengan babaranjang lainnya, Zulkan dengan sigap membunyikan suling.

Sebuah interaksi antara naga besi dan lingkungan sekitarnya yang seharusnya sudah dipahami oleh masyarakat di sepanjang jalan sebidang yang dilewati kereta. (HLN)

Iklan
Komentar
  1. pramono berkata:

    perlu diketahui para pembaca diseluruih indonesia , thn 2010 ini kereta api babaranjang ditargetkan mengangkut 9,3jt ton/thn dgn rata-rata hrs memasuk ka babaranjang ke stasiun besar tarahan : 15 ka isian/hr , utk thn 2011 rncn 10 jt ton/thn, marilah kita sama-sama utk menjaga dan mensukseskannya salam utk masyarakat indonesia pecinta kereta-api.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s